When I was abroad some one asked ….
_How long you have been married ?_

I replied *26 years.* He was surprised and said _” how can you live so long with only one wife”_

I told him… *This is not unique, my grandpa and grandma lived together 70 years after marriage.*

He couldn’t believe

My Grandpa and Grandma lived happily too, that doesn’t mean they had no quarrel, difference of opinion, when they quarrelled sometimes I used to feel whether they were enemies for last 7 births.

But it was momentary.

After dinner my Grandpa used to read news paper. My Grandma has to sit beside and listen to him. If she is not around he will search for her, bring her and make her to sit beside. My Grandma could hardly hear, even if one shouts she can’t hear!

But he will read and explain that days politics and news. She will laugh inbetween and ask *” is it so did Indiramma really said so ? What did Murarji say for that ?”*

Whatever he says and whatever she might hear.. but the dialogue used to continue for one hour without miss.

One day I asked Grandpa…
_” Grandpa, why are you reading news paper to Grandma? neither she can hear nor she can understand’._

Grandpa replied…
_*”Do you think I don’t know that ? She will feel satisfied that her husband is reading something to her, that’s why I do this”.*_

I asked Grandma…
_” Grandma neither you can hear nor you can understand politics, even then why you sit and listen to him”_

She told me…
*” My dear child, what I will make of politics? Who cares about it? You know why I sit patiently and listen to him? If I listen to him he feels happy, I am satisfied if he feels happy, that’s enough for me”*

_How wonderful this way of living?_

_*Husband for the happiness of wife*_ and *wife trying for the happiness of husband, that too after 50 years of marriage.*

*This was the secret of their marriage.*

*The relations in life are very sensitive and delicate, sacrifice is the only thing which can cement the relationships.*

_*The sacrifice need not be big things, small adjustments, if mutual interests are identified and importance is given for such small things, happiness happens on its own.*_

*Relations get torn when one feels I am superior and I only should win, this ego will loosen the relationship knot.*

*In happy married life no one wins or no one looses*

*If we continue by appreciating other’s strengths and filling up mutual weaknesses, even after 100 years, the marriage will retain the fragrance of the day of marriage*

*Life becomes fulfilled*


Barang siapa yang mengerat kukunya pada

Hari Sabtu:
keluar dari tubuhnya ubat dan masuk
kepadanya penyakit.

Hari Ahad:
Keluar kekayaan masuk kemiskinan

Hari *Isnin*:
keluar daripadanya gila dan masuk sihat

Hari selasa:
keluar daripadanya sihat dan masuk penyakit

Hari Rabu:
keluar daripadanya was-was dan masuk kepadanya kepapaan

Hari *Khamis*:
keluar daripadanya gila dan masuk kepadanya
sembuh dari penyakit.

Hari *Jumaat*:
keluar daripadanya dosa-dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya dan masuk
kepadanya rahmat daripada Allah Taala.
*Kesimpulannya* :
Hari yang baik untuk memotong kuku ialah Isnin, Khamis dan Jumaat.
Selain daripada hari-hari tersebut banyak
mudaratnya. Sebab itu orang tua-tua selalu
berpesan dan mengingatkan.
Patutlah generasi sekarang banyak berpenyakit dan banyak masalah, kita sudah tidak mahu ikut panduan dan nasihat yang baik, semuanya dianggap kebetulan, mana ada sesuatu itu Allah jadikan secara kebetulan, kita yang selalu menganggap
sesuatu perkara itu adalah kebetulan.
Hakikatnya tiada sesuatu itu berlaku secara kebetulan. ia berlaku atas sebab musabab yang sudah ditentukan yang juga atas keizinan Allah
SWT sama ada perkara yang baik maupun yang
Sekian Moga bermanfaat dan menjadi panduan


*Bahaya Akibat Berbohong (Berdusta)*

Berbohong (Berdusta) adalah perbuatan yang sangat berbahaya dan banyak akibat yang ditimbulkan dari perbuatan itu. Banyak hadits dan ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari berbohong, di antaranya adalah :

ูููŠู’ ู‚ูู„ููˆู’ุจูู‡ูู…ู’ ู…ู‘ูŽุฑูŽุถูŒ ููŽุฒูŽุงุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุฑูŽุถู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ูู’ูŠู…ูŒ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽูƒู’ุฐูุจููˆู’ู†ูŽ

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Q.S. 2 Al Baqarah 10)

ู„ู‘ูŽุนู’ู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูฐู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจููŠู’ู†ูŽ

Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (Q.S. 3 Ali ‘Imran 61)

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู‘ูƒูู„ูู‘ ุฃูŽูู‘ูŽุงูƒู ุฃูŽุซููŠู’ู…ู

Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, (Q.S. 45 Al Jaatsiyah 7)

ู‚ูุชูู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุฑู‘ูŽุงุตููˆู’ู†ูŽ

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (Q.S. 51 Adz Dzaariyaat 10)

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽูู’ุชูŽุฑููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู’ู†ูŽ ุจูุขูŠูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃููˆู„ูŽู€ุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจููˆู’ู†ูŽ

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (Q.S. 16 An-Nahl 105)

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠู’ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ู…ูุณู’ุฑูููŒ ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจูŒ

Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (Q.S. 40 Gafir 28)

ุนูŽู†ู’ ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฌูู†ู’ุฏูุจู ุฑูŽุถูู‰ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูย ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽย ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽุชูŽูŠูŽุงู†ูู‰ ู‚ูŽุงู„ุงูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูŠูุดูŽู‚ู‘ู ุดูุฏู’ู‚ูู‡ู ููŽูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจูŒ ูŠูŽูƒู’ุฐูุจู ุจูุงู„ู’ูƒูŽุฐู’ุจูŽุฉู ุชูุญู’ู…ูŽู„ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุจู’ู„ูุบูŽ ุงู’ู„ุขููŽุงู‚ูŽ ููŽูŠูุตู’ู†ูŽุนู ุจูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

Dari Samurah bin Jundab ra dia berkata, Nabi saw bersabda : Aku tadi malam bermimpi ada dua orang yang membawaku, keduanya berkata : Dan yang kamu lihat seseorang yang dirobek-robek mulutnya adalah seorang pendusta yang selalu berbicara dengan kedustaannya hingga dibawanya sampai ke ufuk (cakrawala)ย sana, dan ia selalu seperti itu hingga datang hari Kiamat. (H. R. Bukhari no. 6096)

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ู‡ู ุฑูŽุถูู‰ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูย ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูู†ูŽุจูู‘ุฆููƒูู…ู’ ุจูุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุฆูุฑู . ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง . ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ุจูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูŽู„ู’ุฅูุดู’ุฑูŽุงูƒู ุจูุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุนูู‚ููˆู’ู‚ู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽุฌูŽู„ูŽุณูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชู‘ูŽูƒูุฆู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุฒู‘ููˆู’ุฑู

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya ra berkata, Nabi saw bersabda : Maukah kamu aku beritahu dosa besar yang paling besar? Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka menjawab : Mau, wahai Rasulullah. Maka Beliau bersabda : Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua. Lalu Beliau duduk dari sebelumnya berbaring kemudian melanjutkan sabdanya: Ketahuilah, juga ucapan (bohong) dusta. (H. R. Bukhari no. 2654)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ูู‘ย ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽย ู‚ูŽุงู„ูŽย ย ุขูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ. ุฒูŽุงุฏูŽ ููู‰ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ู„ูู…ูุณู’ู„ูู…ู : ูˆูŽุฅูู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ูˆูŽุฒูŽุนูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒย ย  .

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rosulullah saw, bersabda : Tanda orang munafik ada tiga. Bila berbicara, bohong. Bila berjanji, tidak menepati. Bila dipercaya, khianat. (H. R. Bukhari no. 33). Menurut riwayat Muslim no. 222 terdapat tambahan : โ€ฆ. Sekalipun dia melakukan puasa atau shalat dan mengaku muslim.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏูย ุงู„ู„ู‡ูย ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูย ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽย ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑูู‘ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽุตู’ุฏูู‚ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽย ุงู„ู„ู‡ูย ุตูุฏูู‘ูŠู’ู‚ู‹ุง ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุฌููˆู’ุฑู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ููุฌููˆู’ุฑูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูŠูŽูƒู’ุฐูุจู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽย ุงู„ู„ู‡ูย ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจู‹ุง

Dari Abdullah dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan mengantarkan pada kejahatan. Dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kebohongan, maka ia akan dicatat sebagai pembohong (pendusta).ย  (H. R. Muslim no. 6705, Tirmidzi no. 2099 dan lainnya)

Akibat lain yang bisa ditimbulkan dari perbuatan berbohong, yaitu menghilangnya kepercayaan orang lain terhadapnya. Jika kepercayaan orang lain terhadap diri seseorang telah hilang, maka yang terjadi selanjutnya bisa jadi adalah orang tersebut akan dikucilkan dari pergaulan di lingkungan tempat ia tinggal. Ketika seseorang sedang berbohong, pikirannya tidak akan pernah tenang dan akan selalu merasakan kecemasan dan was-was, hal ini bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit.